Minggu, 07 Juni 2020

Mau Tahu? Alumni FEBI, STAF PRIBADI KAPOLRES SOSOK MANAGER OPERASIONAL


“STAF PRIBADI KAPOLRES SOSOK MANAGER OPERASIONAL”


Raut wajah alumni merupakan cerminan sebuah wajah suatu lembaga pendidikan. Terutama raut wajah alumni perguruan tinggi negeri yang lebih diharapkan oleh masyarakat, untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat. Tak hanya sampai itu saja sosok alumni mengabaikan dirinya , sosok alumni jangan sampai melupakan dari mana  dirinya berasal dan dari mana dirinya menuntut ilmu. Apalagi, alumni - alumni yang sudah mapan kehidupan nya, yang sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, memiliki usaha sendiri, serta lainnya. Begitupun dengan lembaga pendidikan khususnya pendidikan di perguruan tinggi , jangan sampai melupakan orang- orang yang pernah menimba ilmu di perguruan tinggi tersebut, haruslah saling merangkul antara alumni yang satu dengan yang lainnya . Selain memperat silaturahim juga para alumni  tidak lupa dengan almamaternya. Karena, alumni suatu perguruan tinggi bukan hanya satu orang saja, bukan hanya satu tempat saja tapi beribu- ribu orang sudah tercatat sebagai alumni, dengan berbeda desa, kota, bahkan berbeda pulau sekalipun. Mari kita sama- sama menjaga keharmonisan antara alumni dengan sesama alumni, alumni dengan almamaternya dan juga alumni dengan adek-adeknya  agar bisa berbagi pengalaman dan bisa dijadikan panutan. 
Dia adalah sosok alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Jember. Siapa sih sosok itu? Yang akhir - akhir ini banyak dibicarakan oleh para alumni dan rekan - rekan yang lain. Yuk, kita simak profilnya.
 Andry Rommy Kurniawan nama lengkapnya. Dia akrab disapa dengan sebutan Rommy. Dia bertempat tinggal di  Dusun Kebun RT 24 RW 06, Desa Sucolor, Kecamatan Maesan,  Kabupaten Bondowoso. Saat ini dia sudah berkeluarga dan sudah dikaruniai satu oang anak bernama Mikayla Diandra Puteri Kurniawan dan istrinya bernama Irodatun Nasiha.  Putra pertama dari Bapak  Totok Sukarto (alm) dan dia ditinggalkan masih berusia muda sekali yakni pada umumnya yang ke 2 tahun dan Ibu Lutfa Mashuda seorang Guru RA (TK).
Pria kelahiran 16 Agustus 1996 menyelesaikan pendidikan terakhir nya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN Jember) tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada  6 Desember 2018 dia di wisuda. Akan tetapi, ketika dia masuk di perguruan tinggi tersebut namanya masih STAI bukan IAIN, juga fakultas nya masih fakultas syariah. Dia baru pindah ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ketika sudah memasuki semester ke 3. Bukan tidak ada alasan dirinya memilih IAIN Jember sebagai kampus pilihan nya. "Sebagai anak kampung dan latar belakang keluarga saya memang sangat kuat menjaga nilai - nilai religius. Jadi,  dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi  diharuskan untuk menempuh di madrasah dan Pondok Pesantren, dan saya bersyukur mendapat didikan yg luar biasa sejak dini. Dan mengapa saya memilih Ekonomi Syariah karena saya memang senang berbisnis dan Ingin tahu sejauh mana pengalaman dan teori ekonomi bisnis saya dapatkan dikampus ini." tutur pria 24 tahun itu. Perguruan tinggi yang tepat untuk bisa tetap melakukan kegiatan religi. Dan juga pendidikan agama dan spritualitas yang harus lah utama masih tetap terjaga. Tak hanya itu, secara materi IAIN Jember juga merupakan kampus besar  dan secara materi antara agama dengan umum sangatlah kompleks.
Tidak sampai disitu saja perjalanan seorang Rommy hingga sampai sekarang.
Pengalaman  paling berkesan dan tak pernah dilupakan ketika dia mengikuti OPAK / OSPEK dia dituntut beradaptasi tanpa mengenal satu orang pun dengan dunia kampus yang sangat asing bagi dirinya. Mengapa seperti itu? Karena sosok Rommy merupakan alumni pesantren salaf , pantas saja jika berada di dunia kampus dia sangat lah merasa asing. Ketika masih menempuh pendidikan di IAIN Jember, Rommy tidak hanya terfokus kan pada kuliah saja. Dia mengikuti berbagai organisasi yang ada di kampus baik itu intra kampus maupun ekstra kampus. Bukan hal yang mudah bagi dirinya untuk membagi waktu antara kuliah sebagai kewajibannya dan organisasi sebagai tanggung jawabnya. " Untuk membagi antara kuliah dan organisasi sebenernya sederhana, kalau waktunya kuliah ya kuliah dan waktunya organisasi ya organisasi, kalau waktunya bersamaan biasanya saya lebih memilih untuk organisasi. Karena jujur, sebenernya saya termasuk mahasiswa yang nakal dan lebih mementingkan organisasi daripada kuliah." tuturnya kala itu. Bagi Rommy organisasi dapat banyak memperluas pengalaman, jaringan dan mengekspresikan semua kemampuan semaksimal mungkin tanpa batas dan disana juga diajarkan bagaimana pengabdian dan perjuangan yang sesungguhnya dalam rangka mempersiapkan SDM yang benar - benar  siap terjun di masyarakat dan siap bersaing dimanapun dia berada.
Ketika dia sudah menempuh pendidikan nya di semester akhir, tidak ada kendala bagi dirinya karena semua civitas akademik mendukung penuh terhadap prosesnya. Akan tapi ketika dia sudah dinyatakan lulus dia masih bingung mau bekerja apa. Dia berkata kala itu " Menjadi lulusan yang biasa - biasa saja, awalnya saya bingung mau kerja apa, tapi berbekal Ilmu organisasi dan jaringan yang diperoleh akhirnya saya memulai karier sebagaibagai staff pribadi Kapolres Jember waktu itu AKBP Kusworo Wibowo, S.H, SIK, M.H. Berbekal Ketekunan dan Kepercayaan Serta Doa Orang Tua Kurang Lebih 11 Bulan Kemudian Saya ditawari Langsung Oleh Beliau Mengelola Restoran di Surabaya Hingga Sekarang, Alhamdulillah Saya bisa Menjaga Amanah dengan dibantu 22 Karyawan di ReTidak Ada Kesulitan Sedikitpun Alhamdulillah Semua Civitas Akademika Mendukung Penuh Proses Akhir Saya dikampus
Menjadi Lulusan yang biasa2 saja Awalnya saya Bingung mau Kerja, tapi berbekal Ilmu Organisasi dan Jaringan yang diperoleh Akhirnya Saya Memulai Karier Sebagai Staff Pribadi Kapolres Jember Waktu itu AKBP Kusworo Wibowo, S.H, SIK, M.H. Berbekal ketekunan dan kepercayaan serta doa orang tua kurang lebih 11 Bulan. Kemudian saya ditawari langsung oleh beliau mengelola restoran di Surabaya hingga sekarang. Alhamdulillah saya bisa menjaga amanah dengan dibantu 22 karyawan di Restoran Aceh ini. Lokasinya di Kawasan Perumahan Elite dan Sentra Kuliner Gwalk, Citraland, Surabaya. " ungkapnya kala itu.
Rommy berpesan kepada mahasiswa IAIN Jember khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam "Pesan saya Jadilah diri sendiri tanpa harus berpura - pura  ingin menjadi orang lain, karena setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama. Tidak harus menjadi pintar untuk menjadi sukses yang penting ikhtiar, usaha sungguh - sungguh  dan berdoa. Perbanyak sedekah dan sholawat, minta doa barokah orang tua dan guru - guru. Karna kekuatan doa itu yang paling ampuh dan sebaiik - baik senjata orang muslim wabil khsus kedua orang tua dan guru - guru." tutur Rommy menasehati. Dan juga Rommy memberikan saran agar  kita harus memilih salah satu untuk fokus berproses. Contoh Rommy, dia memilih fokus di organisasi, jadi dia betul - betul menekuni bidang organisasi tapi  kuliahnya tetap lanjut seperti biasa, tanpa ada target khusus, yang penting bagi dirinya bisa lulus tepat waktu dan nilainya standard rata2 normal. Karena, kita  tidak bisa fokus didua jalur sekaligus. Harus Berani memilih fokus salah satu tanpa meninggalkan kewajiban utamanya.
Melihat kisah perjalanan Rommy kita dapat memetik pelajaran agar kita selalu senantiasa berusaha dan berdoa. Ketekunan dan keuletan dalam diri kita harus lah kita asah sejak dini. Jadilah diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain, jangan memaksakan diri kita untuk mencapai sesuatu jika diri kita merasa terbebani dan tersakiti. Ikuti alurnya, nikmati prosesnya, petik hikmahnya. Selalu ikhtiar dengan bersungguh-sungguh . 

Reporter : Sofiyatul Qoriah